Sesi permainan tempo lambat pada waktu sore dibuka dengan tujuan menjaga jeda di antara babak. Yang diperhatikan lebih dulu adalah jeda antar hasil, kemudian ruang untuk mengamati dibaca tanpa terburu. Tempo dibuat sama pada setiap babak, sedangkan lama duduk dibatasi dua puluh menit. Dengan batas itu, permainan tempo lambat tidak didikte oleh kecepatan layar.
Alurnya tetap pendek: amati jeda antar hasil, cek ruang untuk mengamati, lalu catat hasil yang muncul. Ukuran taruhan tidak naik hanya karena satu babak permainan tempo lambat terasa cepat atau lambat. Bila tempo terasa lebih rapat daripada rencana sama pada setiap babak, babak berikutnya ditunda sebentar. Ruang untuk mengamati tidak menjadi alasan untuk melewati batas dua puluh menit.
Di pertengahan waktu sore, tujuan menjaga jeda di antara babak dicek kembali sebelum ada babak baru. Catatan hanya menyebut lama dua puluh menit, jenis permainan tempo lambat, dan kesan tempo. Hasil yang bagus maupun buruk ditulis netral, sesuai tujuan menjaga jeda di antara babak. Selama ruang untuk mengamati masih diikuti, tidak ada meja lain yang dibuka bersamaan.
Menjelang akhir, tujuan menjaga jeda di antara babak menjadi syarat terakhir untuk menutup permainan tempo lambat. Modal yang tersisa dihitung sebagai angka, lalu sesi sore dinyatakan selesai. Hiburan di layar berhenti pada batas dua puluh menit walaupun tombol permainan masih ada. Setelah permainan tempo lambat ditutup, tidak ada babak tambahan di luar tujuan menjaga jeda di antara babak.